Memasyarakatkan Makanan Khas Palembang

KOKIcafe menjadi kafe pertama dengan menu khas Palembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat minum kopi yang berbeda. PINDANG patin, pindang udang, pindang tulang iga, celimpungan, dan laksan menjadi menu ta war an pertama yang disajikan dalam brosur berbingkai di se tiap meja. Foto Jembatan Ampera di ma lam hari dipasang untuk menjadi dekorasi di salah satu dinding kafe. Tak perlu menengok lama pada buku menu, pengunjung pun dapat dengan mudah menebak misi yang diusung KOKIcafe.

Harapannya tidaklah muluk, Direktur Utama PT Koki Citarasa Utama R Kanuyo so S Kusumo ingin memopulerkan ragam kuliner khas Palembang kepada masyarakat luas. Karena itu, sayang rasa nya jika makanan-makanan tersebut hanya dapat dinikmati di kota asalnya.

Gloria Rent Car untuk jasa rental mobil Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Silahkan tanyakan informasi makanan khas Palembang kepada rekanan kami disana atau kepada driver yang sedang melayani anda.

Alhasil, KOKIcafe menjadi kafe pertama dengan menu khas Palembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat minum kopi yang berbeda dengan kafe lainnya. “Selain karena pendirinya kebanyakan orang Palembang, kami ingin memberikan pengalaman berbeda kepada konsumen. Bagi orang Palembang ka lau rindu makanan daerahnya, bisa langsung ke sini. Lalu, bagi yang berniat wi sata kuliner khas, juga bisa mencicipi ma sakan KOKIcafe,” ujar pria yang akrab disapa Sonny itu, ketika ditemui di salah satu gerai KOKIcafe di Kalideres, Jakarta, kemarin.

Sembari menyeruput minuman, ia mulai menceritakan detail pendirian usaha di bidang kuliner itu. Sejak perta ma kali berdiri pada 1 Maret 2011, KOKIcafe sudah langsung menyebarkan aro ma sedap makanan khas Palembang. Konsep yang jelas membuat perkembangan kafe itu menanjak. Dalam rentang tiga tahun sejak pendiriannya, KOKIcafe menambah lima gerai. Ia melanjutkan, gerai berikutnya akan segera dibuka, berlokasi di pinggir Pantai Ancol, Jakarta Utara.
Saat menengok sedikit ke dalam buku menu, hampir 95 persen didominasi oleh makanan khas Palembang dan sedikit campuran makanan dari daerah lain.

Sisanya, KOKIcafe memberikan tawaran menu western. Setiap tiga bulan sekali, pihaknya selalu mengadakan survei terhadap menu makanan. Untuk menu Palembang, meskipun masuk kategori kurang laris, Sonny tidak akan menghapus dari daftar menu. Pihaknya justru memiliki kebijakan yang tidak umum, yaitu menu tersebut justru akan diangkat dengan promosi cetak pada banner besar.

“Kalau ada contoh makanan, orang tidak akan meraba-raba lagi bagaimana bentuk makanan tersebut. Menu Pa lembang sejak pertama kali kami buka sampai sekarang tidak ada yang dihilangkan,” cetusnya.

Pria asal Bandung itu mengaku sudah beradaptasi dengan makanan Palembang. Hal tersebut menjadi salah satu syarat agar dapat memberikan saran kepada masyarakat luas untuk mencoba makanan yang terkenal dengan rasa asam dan pedas itu. Ia tak mungkin meng genjot pemasaran jika tidak bisa menikmati produknya. pembuatan pempek berasal dari tangkapan di Sungai Musi. Demikian halnya dengan kerupuk yang tersaji dalam keranjang di setiap meja.

Bahan baku tidak akan bekerja efektif jika bumbu dan sentuhan tangan bukan dari orang asli Palembang. Maka dari itu, didatangkan koki asli Palembang yang bertugas sebagai pengolah bahan baku.

“Saat bahan baku datang, langsung kami taruh di dapur pusat (central kitchen). Mereka di sana yang mengolah, lalu didistribusikan ke seluruh gerai. Rasa makanan tidak akan berbeda antara gerai satu dan lainnya,” cerita mantan konsultan kontraktor itu.

Sementara itu, untuk bahan baku lain, seperti gula, minyak, beras, hingga buahbuahan diambil langsung dari satu atap.

Bagi Sonny, kualitas dan kuantitas bahan harus dijaga dan diketahui secara detail lantaran berhubungan dengan kepercayaan konsumen. Persoalan kelangkaan bahan baku pun harus diantisipasi sejak awal, yaitu pesanan bahan baku akan mengacu pada penjualan menu itu.

Begitu juga dengan saat harga melangit, ia harus tetap konsisten dalam kuantitas penggunaan bahan baku tanpa membuat harga makanan tersebut naik.

Memang bukan hanya kenyamanan lidah yang dijaga pihaknya, melainkan juga kenyamanan emosi pengunjung. Pilihan lokasi dekat perumahan pun menjadi salah satu penjelasan dari tagline yang diangkat KOKIcafe, your local cafe.
Sonny menjelaskan bukan hanya ber makna mengangkat makanan dan ba han baku lokal, tagline tersebut juga berarti gerai dapat ditemukan dengan mudah karena berada di sekitar perumahan dan dapat mendefinisikan kon sep homey yang diusung kafe tersebut.

Jejeran sofa empuk berwarna menjadi salah satu pilihan interior yang ditekankan, alunan lagu juga diputar setiap saat, belum lagi pilihan wallpaper berdetail batu bata dan batu kali, yang semakin menambah kenyamanan kafe yang juga menyediakan kopi lokal dan internasional itu. Begitulah gambaran di setiap gerai, identik, hingga pemilihan warna sofa.

“Ya, kami memang menyeragamkan tema, kalau satu berubah, yang lain pun akan berubah. Sekitar Rp2 miliar kami alokasikan untuk mendesain kafe ini, hingga saat ini peningkatan penjualan mencapai 25 persen,” ujar Sonny. memang bukan cerita baru, apalagi wilayah Tanjung Duren kerap kali disapa musibah tersebut. Sonny pun terpaksa menutup operasional KOKIcafe sekitar 1-2 minggu. “Ya pasang surut usaha pasti, salah satunya karena banjir dan demonstrasi. Ada penurunan pesanan hehehe,” kata dia sembari tertawa.

Cerita lucu lain datang dari latar belakang Sonny yang merupakan lulusan teknik di salah satu perguruan tinggi ternama, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Di awal masa kelulusan, Sonny masih dengan idealismenya yang tinggi, bekerja pada sebuah perusahaan kontraktor. Hanya lima tahun bekerja sebagai kon sultan kontraktor, ia memutuskan berhenti. Bukan pindah ke perusahaan kontraktor lain, Sonny justru mengemban ilmu di jurusan lain.

“Saya menimba ilmu manajemen, setelah itu saya bekerja di perusahaan ritel. Entah kenapa ketertarikannya memang di bidang ritel, jadi pelajaran yang dulu saya terima, saya kembangkan di sini. Kalau masalah teknik elektro, masih nyangkut sedikit-sedikit lah, ada kerusakan listrik, ya saya tahu lah,” tawa nya.

Sonny juga menginformasikan KOKIcafe dapat dipesan untuk acara tertentu dan dapat melayani permintaan pesanantar. (E-6) Media Indonesia, 28/11/2014, halaman 15

This entry was posted in Travelling and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *