Kabut Asap Kepung Bandara Jambi

JARAK pandang terbatas akibat terhalang kabut asap cukup pekat, menyebabkan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, Kota Jambi, lumpuh sepanjang pagi hingga lepas siang, kemarin. Semenjak pagi hingga pukul 13.00 WIB belum satu pun pesawat komersial menuju Jambi yang mendarat. Kabut asap disertai bau bakaran terlihat cukup pekat, dan jarak pandang secara fl uktuatif di bawah 800 meter. Kepala Bandara Sultan Thaha Dorma Manalu, kemarin, membenarkan kondisi cuaca yang tidak bersahabat telah menggangu aktivitas penerbangan di bandara.

“Asap memang menyulitkan untuk keamanan pendaratan pesawat semenjak pagi hingga pukul 12.00. Jarak pandang di bawah 2 ribu meter. Tetapi, saat ini visibilitas membaik, jarak pandang sudah 3 ribu meter. Tinggal menunggu kedatangan pesawat saja,” kata Dorma Manalu.

Tentunya kabut asap ini dapat mengganggu aktivitas kawan-kawan pebisnis rental mobil di Jambi begitu juga dengan aktifitas cabang Gloria Rent Car Jambi.

Penumpukan ratusan penumpang di bandara, menurut Dorma, tidak begitu bermasalah. “Situasi nya terkendali. Mereka melihat sendiri kok, penyebabnya karena cuaca berkabut. Pihak maskapai juga berkomunikasi dan memberi pelayanan baik, sehingga penumpangnya pada maklum dan sabar. [ Baca juga berita : Kabut Asap Lumpuhkan Bandara Palembang ]

” Di sisi lain, asap pekat juga menyulitkan pengguna jasa pelayaran sungai dan perairan pantai timur Sumatra. Menurut Ketua Asosiasi Pelayaran Indonesia (INSA) Jambi, Edy Best, akibat kabut asap semenjak dua pekan terakhir, kapal-kapal angkutan barang dari dan menuju Kota Jambi memperlambat kecepatan kapal.

“Kecepatan aman saat ini sekitar tiga knot, hanya separuh dari kecepatan normal,” kata Edy. Dari Palembang, Sumatra Selatan, kabut asap sudah menipis seiring dengan berkurangnya jumlah titik api yang terjadi tiga hari sebelumnya.

Sejak pagi hingga petang, kemarin, terpantau kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang. Namun tidak sepekat akhir pekan lalu. Lalu lintas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badarud din II sejak pagi terpantau lancar dengan jarak pandang 2.000 meter. Demikian pula jalur Sungai Musi tampak normal.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Yulizar Dinoto mengatakan pemadaman kebakaran hutan dengan water boombing menggunakan tiga helikopter masih terfokus di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

“Karena di daerah itu terpantau masih banyak titik api.” Berdasarkan data Modis atau Satelit Terra dan Aqua, titik api (hot spot) terpantau paling banyak di Kecamatan Tulungselapan, OKI, yakni berjumlah 37 titik api.

Di bagian lain, sekitar 2.000 hektare kawasan hutan di puncak Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, sisi Temanggung, Jawa Tengah, sudah sangat kering sehingga rentan terbakar.

Hal itu disampaikan Cahyono, Kepala Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung, Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara, kemarin. (SL/ Bhm/TS/N-2) Media Indonesia, 29/09/2014, halaman 9

This entry was posted in News and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *