Event Kebudayaan Bantu Pacu Kunjungan Turis

SEJUMLAH event berbasiskan pada kesenian dan kebudayaan dinilai turut memberikan kontribusi cukup besar dalam peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Karena itu, event-event yang berbasiskan pada seni dan kebudayaan tetap bakal menjadi event yang dipertahankan oleh pemerintah sebagai magnet penarik turis ke Indonesia pada masa mendatang,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, kepada pers, di Jakarta, kemarin.

Mari mencontohkan be berapa event kesenian dan kebudayaan yang turut memberikan kontribusi pada peningkatan kunjungan turis ke Tanah Air, antara lain Bali International Choir Festival pada 25-31 Agustus 2014, Dreamfields Music Festival di Bali pada 16 Agustus, dan Asian Fashion Week di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 Agustus lalu.
Selanjutnya, diharapkan, ada peningkatan kunjungan turis asing dalam Ubud Writers & Readers Festival: Wisdom & Knowledge di Bali pada 1 Oktober mendatang.

Ia menerangkan selama periode Januari-Juli 2014, Indonesia dikunjungi 5,32 juta turis asing atau meningkat 9,37% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2013. Adapun target pemerintah hingga akhir tahun ialah sebanyak 9,3 juta hingga 9,5 juta turis asing mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Indonesia.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengungkapkan senada. Ia menambahkan, sejumlah festival beraroma kebudayaan seperti Toraja International Festival pada 1113 Agustus lalu misalnya ikut menjadi magnet turis asing untuk datang ke Indonesia.

Sebelumnya, pada talkshow bertema Film sebagai sarana promosi efektif pada akhir pekan lalu di Jakarta Convention Center (JCC), Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Yanti Sukamdani juga mengajak insan perfilman di Indonesia untuk mengembangkan sektor pariwisata melalui optimalisasi penggunaan destinasi sebagai latar belakang pengambilan gambar (syuting) film.

“Untuk itu, kami sangat membuka diri kerja sama dengan insan perfilman demi meningkatnya sektor pariwisata Indonesia yang berdaya saing pada skala internasional. Apalagi, banyak sekali kesenian dan kebudayaan di beberapa daerah yang bisa diangkat melalui film,” pungkas Yanti. (Tlc/H-2) Media Indonesia, 2/09/2014, hal 14

This entry was posted in News, Travelling and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *