DKI JAKARTA Parkir di Bahu Jalan Didenda Rp500 Ribu

SETELAH kebijakan cabut pentil gagal menertibkan kendaraan yang parkir di badan jalan, Dinas Perhubungan DKI mencoba strategi baru dengan menderek kendaraan. Biaya retribusi derek sebesar Rp500 ribu akan dikenakan kepada pemilik kendaraan.

Sanksi Rp500 ribu tersebut berdasarkan Perda No 3/2012 tentang Retribusi Daerah. Kepala Dishub DKI Jakarta Muhamad Akbar menjelaskan jika pemilik membiarkan kendaraannya di pul parkir, akan dikenai denda Rp500 ribu per hari. “Kalau dibiarkan dua hari, tinggal dikalikan saja de ngan angka Rp500 ribu,“ jelasnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, sambung Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub DKI Syafrin Liputo, pihaknya juga merekomendasikan agar Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengenakan tilang biru kepada pemilik kendaraan dan membawa kasusnya ke pengadilan. Tuduhannya melanggar rambu lalu lintas dan parkir di tempat terlarang.

Sanksi berat retribusi derek Rp500 ribu mulai disosialisasikan kemarin dan berlaku sejak 8 September. Semua kendaraan yang parkir di badan jalan atau tempat rawan macet akan dijaring. Lokasi pertama yang menjadi sasaran ialah kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat; Kalibata City, Jakarta Selatan; Jatinegara, Jakarta Timur; Akses Marunda, Jakarta Utara; serta Beos, Jakarta Barat.

Mobil yang melanggar akan diderek ke lokasi penyimpanan milik Dishub DKI di Terminal Rawa Buaya, Jakarta Barat, dan Terminal Angkutan Barang Pulo Gebang, Jakarta Timur, serta Terminal Kontainer Tanah Merdeka, Jakarta Utara. (Ssr/T-1) Media Indonesia, 2/09/2014, hal 8

This entry was posted in News and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *