Asap Lumpuhkan Bandara Palembang

Tiga alat penepis asap di bandara tidak banyak membantu sebab kabut asap terlalu pekat.
KEBAKARANhutandanlahan memunculkan kabut asap yang kian pekat sehingga melumpuh kan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatra Selatan, kemarin. Kegiatan pelayaran di Pelabuhan Palembang pun terdampak pula.
Asap pekat membuat jarak pandang di Bandara SMB II hanya di kisaran 200 meter pada pukul 06.00 WIB. “Sejak pagi hingga siang, SMB II tidak ada penerbangan karena pekatnya kabut asap,“ ujar Plt General Manager (GM) Angkasa Pura II Husein Achmadi.

Akibatnya, 10 pesawat dari SMB II tujuan Jakarta, Denpasar, Batam, Pangkal Pinang, dan Kuala Lumpur urung terbang. Dua pesawat dari maskapai penerbangan Garuda dan Lion Air dari Jakarta ke Palembang melakukan round to base atau kembali ke bandara asal. Sementara itu, satu pesawat Garuda dari Medan tujuan Palembang dialihkan ke Jakarta.
Husein menyebutkan jarak pandang mulai membaik pada pukul 07.00 menjadi 400 m, lalu 1 jam kemudian bertambah jadi 500 m. Jarak pandang menjadi 1.000 m pada pukul 10.00.

“Untuk jarak aman bagi pesawat yang mendarat (landing) maupun terbang (take off) paling tidak 1.000 meter,“ kata Husein, sembari menambahkan, penerbangan pertama kemarin baru bisa dilakukan pada pukul 11.30.
Husein menyebutkan tiga alat penepis asap (ground mist generator) yang dipasang di bandara tidak banyak membantu sebab kabut asap terlalu pekat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Yulizar Dinoto mengungkapkan tetap mengupayakan dengan pemadaman 79 titik api menggunakan 3 helikopter. Hercules TNI-AU yang menabur garam untuk menyemai awan sudah ditarik ke Surabaya, kemarin, karena dibutuhkan pada HUT TNI.Maklumat pelayaran Terkait dengan kabut asap di Palembang, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Palembang Henry Tondang mengaku telah mengimbau pengusaha kapal dan nakhoda untuk berhati-hati dan melengkapi kapal dengan lampu kabut serta alat komunikasi pada frekuensi tertentu. “Dan mulai pukul 00.00 besok (hari ini) diberlakukan maklumat pelayaran,“ ujarnya.

Maklumat itu, tambah Henry, antara lain mengatur jalur pelayaran menjadi one way, yakni pada tanggal angka ganjil diberlakukan khusus untuk kapal yang keluar dari Pelabuhan Palembang, sedangkan tanggal angka genap untuk kapal yang masuk pelabuhan.

“Ini diberlakukan karena jarak pandang pelayaran tertutup kabut asap tebal, yakni di bawah 150 meter,“ papar Henry.
Di Provinsi Kalimantan Tengah, kebakaran hutan dan lahan yang memunculkan bencana asap masih belum mereda. Kabut asap semakin pekat sehingga mengganggu transportasi udara dan warga kian rentan penderita penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Kabut asap juga mulai mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Untuk mengantisipasi hal itu, Pemerintah Kota Palangkaraya, kemarin, mengambil kebijakan dengan memundurkan jam masuk sekolah yang normalnya masuk pukul 06.30 menjadi pukul 07.30.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Palangkaraya Norma Hikmah melalui surat edaran juga meminta agar sekolah tidak melaksanakan kegiatan di luar kelas. (SS/N-2) Media Indonesia, 27/09/2014, halaman 11

This entry was posted in News and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *