Jalur Selatan Mulai Padat

Para pemudik mulai memadati pelabuhan, stasiun kereta, terminal, maupun jalur selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah.
SEPEKAN menjelang Lebaran, pemudik telah melintasi jalur selatan Jawa. Pantauan Media Indonesia, kendaraan dari Bandung menuju Garut, Jawa Barat, dan seterusnya menuju Jawa Tengah mulai meningkat, kemarin.
Rata-rata para pemudik menempuh waktu sekitar tiga jam dari Bandung menuju Garut.
Padahal waktu tempuh normal hanya dua jam. “Saya menuju Garut dari Bandung menempuh waktu 3 jam 15 menit,“ kata Guntara, 35, pemudik yang akan pulang ke Jawa Tengah.

Kepadatan arus kendaraan dari Bandung menuju Garut terjadi di Rancaekek menuju Cicalengka, Kabupaten Bandung. Rata-rata kendaraan roda empat hanya bisa melaju dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Kemacetan disebabkan belum selesainya perbaikan jalan dan adanya pasar tumpah di sekitar pabrik. Kepadatan arus kendaraan juga terpantau di kawasan Nagrek.

Jalan penghubung antara Bandung ke Yogyakarta tepatnya di Banyumas dan Kebumen, Jawa Tengah, juga mulai macet.
Diperkirakan, mendekati Lebaran, volume kendaraan akan meningkat akibat putusnya Jembatan Comal di Pemalang. Kemacetan arus kendaraan mulai terjadi di Jatilawang, Banyumas, hingga Kebumen. Kendaraan yang melintas di jalur itu mulai tersendat tepatnya di perempatan Wangon yang merupakan pertemuan arus dari barat (Bandung) dan utara (Jakarta). Dari Wangon, Jatilawang hingga Buntu terjadi antrean kendaraan hingga 5 meter karena ada pintu perlintasan kereta api dan pasar tumpah.

Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Agus Sriyono mengungkapkan banyak kendaraan pemudik dan kendaraan berat yang melewati jalur selatan.

“Padahal jalur nasional di Banyumas baik jalur tengah dan selatan hanya mampu menampung 1.500 hingga 2.000 kendaraan per jam. Saat ini frekuensi penutupan pintu perlintasan semakin cepat. Tiap 15 menit sekali bakal ditutup,“ terang Agus, kemarin.

Urai kemacetan Untuk mengurai kemacetan, Polres Banyumas telah menerjunkan 900 personel gabungan yang bertugas di jalur tengah dan selatan.

Di Sidoarjo, Jawa Timur, sekitar 35 ribu penumpang mu lai memadati Terminal Purabaya. Pada H-7 sejumlah otobus antarkota antarprovinsi mulai menaikkan tarif angkutan sejak kemarin. Untuk tarif ke Kota Madiun semula Rp22 ribu menjadi Rp26 ribu.

Hal serupa juga terjadi di Kepulauan Riau. Jumlah penumpang yang akan mudik, baik di pelabuhan maupun bandara, mulai meningkat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Muramis, memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini meningkat 10% dari tahun sebelumnya.

Kesibukan arus mudik juga mulai terlihat di Pelabuhan penyeberangan Bolok, Kupang, NTT. Sudah ada tiga kapal mengangkut pemudik sejak kemarin.

Pada bagian lain kereta api Lebaran dari Jakarta dan Bandung menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai beroperasi. Jumlah kereta tambahan yang dioperasikan yakni 14 kereta dari Jakarta dan 8 kereta dari Bandung.
Adapun, di Surabaya, Jawa Timur, PT KAI Daop 8 mulai mengoperasikan seluruh angkutan Lebaran serta mengaktifkan posko Lebaran di setiap stasiun. Daop 8 Surabaya akan memberangkat sekitar 20-23 ribu pemudik, dan puncaknya mencapai 32 ribu orang pemudik per harinya. (FL/HS/LD/ PO/HK/N-3) – Media Indonesia, 22 Juli 2014, Halaman 9

This entry was posted in Transportasi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *