Perbaikan Pantura Dihentikan H-30

Karena ditargetkan harus sudah dihentikan pada H-30 mendatang, diperkirakan pekerjaan baru pada tingkat penambalan dan pelapisan. Pelapisan fondasi aspal baru dilaksanakan di lajur sisi utara, sedangkan lajur sisi selatan akan dilakukan setelah Lebaran.

PERBAIKAN jalur pantura Jawa Tengah (Jateng) terus dikebut mengejar target dapat dilintasi dengan aman dan nyaman sebelum Ramadan meskipun perbaikan tidak akan tuntas karena keterbatasan waktu. Pasalnya, perbaikan akan dihentikan pada H-30 Lebaran.

Berdasarkan pemantauan Media Indonesia, kemarin, perbaikan ruas jalur pantura timur Jateng masih dalam proses pengecoran, yang dimulai dari Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Perbaikan di bundaran Desa Loireng itu membuat lalu lintas terhambat karena kendaraan dari arah timur harus antre melalui satu jalur yang tersisa.

Diruas Demak Kudus , pengecoran juga masih berlangsung antara Kecamatan Gajah hingga Kecamatan Karanganyar. Pengecoran baru satu jalur, sedangkan satu lagi dilanjutkan setelah Lebaran.

Perbaikan di wilayah Kabupaten Kudus dilakukan mulai Tanggulangin hingga dalam Kota Kudus dan sudah mencapai tahap pengecoran dan pembuatan pembatas jalan.

Peninggian jalan sepanjang 700 meter tersebut karena dilanda banjir beberapa waktu lalu, baru mencapai 50%. Akibatnya, kendaraan hanya dapat melintasi ruas jalan sisi barat itu pada H-15 karena pengerjaan dihentikan pada H-30.

Sementara itu, perbaikan belum menyentuh jalur pantura Rembang hingga perbatasan Provinsi Jatim. Padahal, kerusakan jalan cukup parah dan membahayakan pengguna jalan.

Sebaliknya, perbaikan jalur lingkar utara (Jalingkut) Kabupaten Pemalang yang mengalami kerusakan parah, yakni lubang berdiameter mencapai 1 meter hingga 2 meter dan kedalaman 20 cm-50 cm baru dimulai. Karena ditargetkan harus sudah dihentikan pada H-30 mendatang, diperkirakan pekerjaan baru pada tingkat penambalan dan pelapisan.
“Pelapisan fondasi aspal baru dilaksanakan di lajur sisi utara, sedangkan lajur sisi selatan akan dilakukan setelah Lebaran,“ kata Indra, pelaksana proyek pengaspalan Jalingkut Pemalang dari PT Semangat Muda.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Bina Marga Jawa Tengah, untuk Trengguli, Kudus, Pati, dan Batas Kota Rembang, Suwito, mengatakan perbaikan yang dilakukan di alur pantura timur Jateng masih dalam proses pengerjaan.
Dari Tegal, perbaikan dilakukan sepanjang 9 km sehingga menyebabkan kemacetan.

Pengecoran jalan membuat arus lalu lintas tersendat dari Dampyak hingga masuk Kota Tegal.
Bekerja lembur Pengerjaan perbaikan jalan juga dilakukan di wilayah Jawa Barat. Bahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jabar memerintahkan kontraktor untuk memacu penyelesaian dengan bekerja lembur.

Perbaikan jalan juga tidak hanya terkonsentrasi pada jalur mudik, baik jalur mudik di selatan, jalur menuju pantai utara (pantura) Jabar. Wilayah Kota Bandung, Subang, Purwakarta, Cianjur, Sukabumi serta daerah lainnya, tidak luput dari target perbaikan.

Kepala Dinas Bina Marga dan PU Pemprov Jabar, HM Guntoro, kemarin, mengatakan pihaknya saat ini tengah berkonsentrasi melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan yang dilalui arus mudik. “Pokoknya kami ingin maksimal. Karena itu, kami juga meminta para kontraktor untuk memberlakukan lembur agar jalan sebelum H-7 rampung,“ ujar Guntoro.

Di Kabupaten Cianjur, 80% jalan atau sepanjang 920 kilometer membutuhkan perbaikan karena dalam kondisi rusak. Kepala Seksi Pembangunan Jalan Desa Dinas Bina Marga Kabupaten Cianjur Ahmad Ega Nugraha, mengatakan kerusakan juga terjadi di titik strategis, seperti di jalur Puncak-Cipanas atau jalur alternatif seperti Jonggol. (JI/ SB/BK/N-4) Media Indonesia, 09/06/2014, halaman 12

This entry was posted in Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *