Ekonomi Nasional 2014, Pegadaian Merambah Bisnis Perhotelan

BADAN usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa keuangan berbasis gadai, penyediaan kredit mikro dan bisnis emas, PT Pegadaian (persero), akan membentuk anak usaha yang bergerak di bidang perhotelan tahun ini.
Direktur Keuangan Pegadaian Dwi Agus Pramudya menuturkan pihaknya mengajukan izin untuk pembentukan anak usaha ke Kementerian BUMN. “Diharapkan rampung tahun ini,” kata dia kepada Media Indonesia seusai penyelanggaraan hari ulang tahun (HUT) ke-113 Pegadaian di Jakarta, kemarin.

Pegadaian, menurutnya, menempatkan modal awal sebesar Rp500 miliar bagi anak perusahaan bidang per hotelan itu. Dana itu berasal dari belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan sebesar Rp1,2 triliun pada 2014. Jumlah itu meningkat 50% ketimbang tahun sebelumnya senilai Rp800 miliar.

Ia mengungkapkan Pegadaian akan membangun sembilan hotel hingga 2015. Biaya pembangunan satu hotel sebesar Rp70 miliar. Lalu hotel-hotel itu dikelola anak perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan.

Untuk tahap awal, tuturnya, Pegadaian melaksanakan konstruksi hotel di Pekanbaru, Makassar, dan Surabaya setelah mendapatkan izin untuk pembangunan. “Tiga hotel selesai di Agustus-September sehingga Oktober bisa launching,” ungkap Dwi.

Ia mengatakan Pegadaian juga akan membangun hotel di Yogyakarta, Semarang, dan Sidoarjo. “Hotel bintang tiga dengan fasilitas bintang empat,” ujarnya.
Pelaksanaan pembangunan hotel merupakan proyek 2013. Namun, itu dikerjakan tahun ini setelah mendapat izin konstruksi. Direktur Utama Pegadaian Suwhono menuturkan pihaknya menargetkan pendapatan Rp8 triliun tahun ini atau naik 14,28% daripada realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp7 triliun.

Adapun laba bersih (bottom line) diproyeksikan Rp2,2 triliun. Pencapaian itu dikontribusikan dari lini bisnis gadai yang mencapai 95%, sedangkan sisanya dari penjualan emas. Ia mengungkapkan pendapatan Pegadaian sebesar Rp1,8 triliun di triwulan I tahun ini. Angka itu turun 20% daripada periode yang sama 2013. (Bow/E-4) Media Indonesia, 28/04/2014, hal : 18

This entry was posted in Bisnis & Ekonomi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *