Ruas Pantura Jawa Barat juga Banyak yang Rusak

Di ruas Jatiwangi, terdapat kerusakan parah di depan Pasar Ciborelang, hampir sepanjang 500 meter. KERUSAKAN jalan tidak cuma di jalur pantura Jawa Tengah.

Ruas jalan Cirebon – Bandung juga mengalami kerusakan parah. Hal itu membuat rute Cirebon – Bandung atau sebaliknya, yang biasanya dapat ditempuh dengan 3-4 jam perjalanan, kini menjadi molor hingga bisa mencapai 5-7 jam.
Kerusakan jalan itu terlihat di sepanjang ruas Jatiwangi (Majalengka)-Sumedang.

Kepala Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Setiawan, bahkan berinisiatif mengajak warganya untuk menutup lubanglubang di jalan provinsi yang melintasi wilayah desanya dengan puing. Hal itu, kata Setiawan, dilakukan agar para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, tidak mengalami kecelakaan akibat jalan yang berlubang.

Di ruas Jatiwangi, terdapat kerusakan parah di depan Pasar Ciborelang, hampir sepanjang 500 meter. Aspal di sepanjang jalan itu bahkan hampir sudah tidak terlihat, tinggal menyisakan tanah, yang jika terjadi hujan terlihat seperti kubangankubangan kecil. Kondisi itu membuat pengendara harus berhati-hati dan mengurangi laju kendaraan sehingga antrean panjang kendaraan pun sering terjadi di wilayah itu. Di wilayah Sumedang, kerusakan parah juga terjadi di ruas jalan sebelum Jembatan Timbang Tomo. Kendaraan yang melintas di ruas jalan itu harus mengurangi kecepatan karena banyaknya lubang di jalur tersebut.

Sejumlah warga yang tinggal di wilayah yang dilintasi jalan provinsi Cirebon – Bandung menuding kerusakan jalan semakin parah akibat semakin bertambahnya jum lah truk pengangkut batu bara dari Cirebon menuju Bandung.

Diduga, truk-truk itu mengangkut batu bara melebihi tonase yang dibolehkan sehingga jalan-jalan yang dilewati pun tidak mampu menahan beban dari kendaraan tersebut, yang akhirnya jalan pun cepat rusak dan hancur.

“Diperkirakan, ada sekitar 1.000 truk pengangkut batu bara melalui jalan itu setiap hari,” ujar Ujet, warga Jatiwangi, kemarin. Kerusakan parah juga terjadi di ruas jalan pantura Subang, Jawa Barat.

Sejumlah lubang berdiameter 30 sentimeter dan kedalaman 20 sentimeter hampir terlihat merata di sejumlah titik. Kondisi itu terdapat di kawasan pantura Ciasem, Subang, hingga ruas Pamanukan. Di Jawa Tengah, Pemkab Purbalingga menyebut 2014 sebagai tahun infrastruktur. Alokasi anggaran untuk sektor itu mencapai Rp126,7 miliar. (RZ/UL/LD/N-1/MEDIA INDONESIA,05/04/2014, HAL:10)

This entry was posted in News, Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *