Kerusakan Jalur Pantura Hambat Perjalanan

JALUR pantura Jawa Tengah mengalami banyak kerusakan. Ratusan lubang bertebaran sepanjang ruas Semarang – Pekalongan. Perbaikan di jalur itu belum membuat jalan kembali mulus. Kerusakan itu timbul akibat genangan banjir dan gerusan kendaraan ber tonase melebihi ambang batas. Banyak bagian jalan yang dibangun Lebaran tahun lalu juga kembali rusak.

Pada ruas Semarang – Kendal sepanjang 30 kilometer, jalan bergelombang dan berlubang masih banyak. Kondisi serupa juga terjadi pada ruas KendalBatang.

“Akibat jalan yang rusak ini, kendaraan terpaksa hanya dapat berjalan merambat sehingga waktu tempuh molor hingga lebih dari sehari,“ kata Achmadi, 50, sopir truk sembako di ruas jalan Plelen, Batang, kemarin.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto ketika berada di Semarang, Minggu (23/3), mengatakan perbaikan jalur pantura ditargetkan selesai pada Juni mendatang. Anggaran perbaikan yang disiapkan mencapai Rp300 miliar.

“Perbaikan penambalan darurat kemarin hanya bersifat sementara karena masih musim hujan. Namun, setelah ini, perbaikan menyeluruh di jalur pantura akan dilakukan,“ kata Djoko.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menegaskan pihaknya akan melakukan perbaikan jalur pantura secara bertahap dan menyeluruh.

“Saya sudah melakukan koordinasi dan menginstruksikan bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk segera melakukan perbaikan ruas jalan yang rusak tersebut. Dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan,“ kata Ganjar Pranowo, yang juga politikus PDI Perjuangan itu.

Di Kalimantan Selatan, pemerintah provinsi mendesak pemerintah pusat segera mencairkan dana DIPA bidang infrastruktur sebesar Rp400 miliar yang hingga kini belum mendapat persetujuan pencairan dari Kementerian Keuangan.
Kondisi itu menyebabkan separuh pekerjaan proyek infrastruktur perbaikan dan pembangunan jalan di wilayah Kalimantan Selatan terhambat.

“Hingga kini anggaran DIPA infrastruktur belum bisa dicairkan, meski proses administrasinya sudah selesai. Ini membuat berbagai pekerjaan proyek menjadi tertunda,“ ungkap Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Arsyadi, seusai memimpin rapat mingguan dengan dinas dan instansi vertikal di lingkungan Pemprov Kalsel, kemarin.

Kepala Bidang Umum Ditjen Perbendaharaan Kalsel, Muhtar Salim, mengungkapkan ada sejumlah proyek bidang infrastruktur yang dibiayai pusat belum mendapat persetujuan pencairannya. (AS/DY/N-1/MEDIA INDONESIA,03/04/2014; HAL:11)

This entry was posted in News, Transportasi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *