Sumatera Barat: Gempa 8,9 SR Diikuti Tsunami Mengancam Mentawai, BNPB Gelar Apel

Malam ini sekitar pukul 01:13 WIB, penulis berita ini sedang komunikasi dengan rekanan di Padang, Sumatera Barat di jejaring sosial facebook. Kemudian pada kabar berita muncul tautan yang dishare salah seorang teman penulis. Kaget dan bercampur rasa takut membaca dengan seksama berita “Gempa 8,9 SR Diikuti Tsunami Mengancam Mentawai, BNPB Gelar Apel” pada situs detikcom. Dan berita lengkapnya baca di bawah ini :
gempa_mentawai_sumatera_barat
Ahli gempa memprediksi ancaman gempa bumi berkekuatan 8,9 Skala Richter yang diikuti tsunami di Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar apel untuk mengantisipasi hal itu.

“Sesuai prediksi para ahli di Mentawai akan ada gempa 8,9 SR yang akan menimbulkan tsunami. Maka kita sedang menyiapkan itu,” ujar Inspektur Utama BNPB Bintang Susmanto.

Susmanto mengatakan itu di sela-sela Apel dan Gelar Peralatan dalam rangka Mentawai Megathrust Direct 2014 di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (5/3/2014).

Bintang mengecek persiapan peralatan acara seperti UGD lapangan dan RS lapangan milik TNI. Acara itu diikuti oleh TNI AU, AD dan AL, Polri, Kemenkes, Basarnas, Taruna Tangga Bencana (Tagana), dan Kementerian PU.

Menurut Bintang, pihaknya akan menyosialisasikan hal tersebut pada masyarakat di pesisir barat. Pihaknya juga menyiapkan evakuasi sementara.

“Jadi kalau nanti terjadi orang bisa langsung dievakuasi. Karena kejadiannya itu kan tidak sampai 20 menit,” kata dia.

Koordinator penanggulangan bencana berada di bawah kendali BNPB. Ada 3.847 personel yang terdiri dari 26 kementerian, TNI, Polri, dunia usaha serta unsur-unsur swadaya masyarakat.

Evakuasi warga berkoordinasi dengan Pemda Sumbar yakni di Kepulauan Mentawai dan Padang. Di Padang ada 5 titik yang salah satunya di kantor gubernur Sumbar.

“Di kantor gubernur Sumbar sudah dibangun tempat evakuasi tahan gempa,” tutur Bintang.

Mengenai waktu gempa, pihaknya tidak bisa memperkirakan waktunya. Namun masyarakat bisa terbantu dengan alat early warning system.

“Kita ada early warning system dengan sirine jadi masyarakat bisa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” ucap Bintang.

Sumber Detiknews

This entry was posted in News and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *