Perbaikan Jalan akan Diutamakan

PT Jasa Marga menyatakan berminat mengakuisisi ruas tol mangkrak di Indonesia, termasuk tol Batang-Semarang. “Baru Maret ini anggaran cair sehingga perbaikan baru dapat dilaksanakan setelah itu.”

Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah
PEMBENAHAN infrastruktur menjadi agenda utama bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun ini. Sejumlah jalan dan jembatan rusak akibat berbagai faktor, terutama akibat bencana alam.

“Karena banyak jalan yang mengalami kerusakan parah di Jawa Tengah ini,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo seusai melantik Wali Kota-Wakil Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno-Nur Soleh, Minggu (23/3).

Menurut data Dinas Bina Marga Jawa Tengah, akibat banjir dan tingginya intensitas hujan, jalan yang rusak di Jawa Tengah mencapai 261 kilometer, yakni 167 kilometer di ruas jalur pantura dan 94 kilometer di luar jalur pantura.

“Panjang jalur pantura 409 kilometer, 167 kilometer di an taranya rusak, dan dari 181 kilometer jalur di luar pantura, 94 kilometer di antaranya rusak,” ungkap Kepala Bidang Bina Teknik Dinas Bina Marga Jawa Tengah Hanung Triyono, baru-baru ini. “Kami hanya bisa melakukan penanganan darurat dengan pengurukan dan penambalan sementara.” Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku pihaknya telah mencanangkan tahun ini sebagai tahun infrastruktur. Namun, perbaikan jalan rusak terkendala oleh keterbatasan dana.

“Penyusunan anggaran baru selesai Desember. Januari diketuk dan baru Maret ini anggaran cair sehingga perbaikan baru dapat dilaksanakan setelah itu,” kata Ganjar yang juga politikus dari PDIP itu, belum lama ini.

Di Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menginginkan pembangunan jalur lintas selatan (JLS) segera rampung. JLS penting karena dinilai mendorong investasi di kawasan timur Jawa Timur.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjelaskan penyelesaian pembangunan JLS juga sinergi dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menginginkan antardaerah terhubung.

“Harusnya JLS dan jalur ganda kereta menjadi skala prioritas karena bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, di samping memecahkan urbanisasi di lima daerah kawasan industri seperti Sidoarjo, Gresik, Surabaya, dan sekitarnya,“ ujarnya, kemarin.

Akuisisi tol Di sisi lain, PT Jasa Marga Tbk secara terbuka menyatakan berminat mengakuisisi ruas tol mangkrak di Indonesia. Salah satunya ialah tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, sepanjang 75 kilometer.

“Investor jalan tol Batang – Semarang ini ngumpet (sembunyi) terus. Kalau memang dia tidak mampu, kami siap meneruskan melalui skema akuisisi,“ kata Dirut PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman, kemarin. Namun, Adityawarman enggan merinci lebih jauh terkait dengan rencana akuisisi itu.

“Yang pasti, kami sudah bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum untuk menyampaikan rencana itu,“ katanya. Konsesi tol Batang-Semarang dipegang PT Marga Setia Puritama. Sebelumnya, pembebasan lahan tol itu hingga April tahun lalu, sesuai dengan data Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, baru 3,44%.

Hal itu disebabkan belum dilakukannya pembebasan lahan di seksi II-VI (Weleri-Krapyak), sementara di seksi I (BatangBatang Timur) sudah mencapai 49,44%. Pemegang konsesi tol itu pun sudah merevisi target operasinya dari tahun ini menjadi 2015.

Di Bali, pembangunan Dermaga Gunaksa di Kabupaten Klungkung terancam gagal. Sejak pembangunannya yang dimulai pada 2008 dan direncanakan kelar 2012, hingga kini tak kunjung rampung. (AS/KH/OL/ Ant/N-1/MEDIA INDONESIA,25/03/2014,HAL : 11)

This entry was posted in News, Transportasi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *