Palembang: Pembangunan Jembatan Musi IV

Pembangunan Jembatan Musi IV pasti mulai dikerjakan tahun 2014 ini. Namun persoalan panjan jembatan tersebut masih harus menunggu Detail Engineering Design (DED) yang ditarget selesai pada bulan Juli mendatang. Dari DED tersebut baru bisa ditentukan dua pilihan bentang jembatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Wilayah III Sumatera, Ahmad Taruna Jaya mengatakan, DED baru dimulai pada 17 Maret 2014. DED tersebut bakal merancang panjang jembatan dengan menyesuaikan lahan dan dana.

“Dari tanggal 17 Maret 2014 sampai Juli dibuat DED Jembatan Musi IV.

Ada dua opsi dalam DED itu, mau buat jembatan dengan panjan 1.600 meter atau 2.417 meter menyesuaikan lahan yang mau dibebaskan, dana ganti rugi serta anggaran,” kata Taruna melalui sambungan telepon dengan Sriwijaya Post, Senin (24/3).

Note: Keren sekali jika jembatan Musi IV selesai, Transportasi akan semakin lancar. Dan para pebisnis rental mobil Palembang juga akan merasakan manfaatnya.

Dua skenario yang dipersiapkan adalah jangka pendek dengan panjang jembatan hanya mencapai 1.600 meter. Jembatan akan menghubungkan sisi kota (Ilir) dari Jalan Slamet Riyadi hingga Jalan KH Azhari di sisi Ulu.

Lalu jangka panjang dengan panjang jembatan mencapai 2.417 meter yang dimulai dari simpang Jalan M Isa – Jalan Perintis Kemerdeakaan disisi Ilir dan Jalan A Yani, tepatnya di samping Jalan Indah/ Nagaswidak.
“Kalau yang jangka panjang akan turun di dekat Sungai Kangkang, dekat Komplek Jaya Indah nantinya. Jadi dua opsi itu yang kita buat setelah sebelumnya opsi alternatif dengan panjang 1.708 meter ditiadakan,” jelasnya.

Dalam DED tersebut diprioritaskan pembangunan jangka pendek untuk menyesuaikan dana pembebasan lahan yang dianggarkan Rp 10 miliar, pembangunan fisik tahun 2015 dan 2016 masing-masing Rp 90 milier.
“Kemungkinan besar jangka pendek dulu. Yang jangka panjang akan memakan waktu yang panjang, disamping kebutuhan dana lebih besar. Kalau dalam DED nanti memungkinkan untuk jangka panjang maka kita usulkan dana tambahan multiyears lagi ke pusat,” ungkapnya.

Agar memudahkan pembangunan dan kepastian dana, BPJN mengusulkan peningkatan status empat jalan, yakni Jalan Slamet Riyadi, Jalan Azhari, Jalan A Yani dan Jalan DI Pandjaitan menjadi jalan nasiona. Usulan itu akan disampaikan dalam rapat koordinasi pekan depan di Jakarta.
“Peningkatan status jalan untuk mendukung kucuran dana agar lancar, selain pembangunan fisik jembatan itu sendiri. Kita terus berjuang memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Taruna.

Pusat Setuju.
Sementara Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Tasripin S kepada wartawan usai menghadap Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Alex Noerdin di Palembang, mengatakan pusat sudah menyetujui pembangunan jembatan tersebut dan dananya pada 2014 sudah dianggarkan,” ujar dia.

Tasripin menyatakan, kemungkinan pada pertengahan 2014 mulai dikerjakan karena pelaksanaan tender Mei, kata dia. Untuk tahap pertama akan dikerjakan pondasi jembatan sepanjang 300 meter dengan lebar 11 meter tersebut.

Begitu juga mengenai Amdal tidak masalah lagi karena sudah selesai, kata dia. Sementara mengenai ganti rugi tanah gubernur telah menyerahkan kepada pemerintah kota. Jadi tidak ada kendala lagi karena persyaratan sudah memenuhi tinggal lagi tender, kata dia.

Memang, ujar dia jembatan tersebut mendesak karena skarang ini Palembang sudah mulai macet. Jadi selain pengerjaan duplikat Musi II Jembatan tersebut harus dikerjakan secepat mungkin, kata dia.

Ketika, ditanya tentang total dana yang dibutuhkan untuk penyelesaian jembatan tersebut, dia mengatakan bahwa sekitar Rp 300 miliar dan semuanya didanai APBN.
“Yang jelas Jembatan Musi IV yang terletak di pasar Koto Palembang sebagai upaya memperlancar arus lalu lintas di daerah ini,” tambaj dia.

Sumber : Sriwijaya Post, 25 Maret 2014, Hal 1 & 11

This entry was posted in News, Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *