Kabut Makin Pekat Di Kota Jambi

Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya makin pekat sejak kemarin pagi (11/2). Kabut asap yang diduga berasal dari Riau ini menyebabkan pengendara kendaraan bermotor harus ekstra hati-hati. Penyebabnya, jarak pandang hanya menembus sekitar 200 meter – 500 meter.

Kepekatan kabut asap akibatnya marak kebakaran lahan dan hutan, paling parah terjadi sekitar pukul 06:00 – 08:00 WIB. Kepekatannya membaut jarang pandang berkisar 100 meter – 200 meter di ruas jalan arteri di Kota Jambi.

Untuk menghindari kecelakaan di saat terjadi kepadatan lalu lintas, warga terpaksa mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu kendaraan. “Jalannya kendaraan tidak bisa kencang. Jarak pandang terbatas. Kabut asap pagi ini lebih pekat ketimbang hari sebelumnya,” ujar Joko, seorang pengendara motor yang ditemui di jalan arteri Kota Jambi.

Kabut asap lebih parah terlihat di sepnajng alur pelayaran di Sungai Batanghari, yang melintasi pusat Kota Jambi. Jarang pandang di permukaan sungai sekitar 50-100 meter.
Akibat pekatnya kabut asap jarak pandangan di landasan pacu Bandara Sultan Thaha Jambi, rata-rata di bawah satu kilometer.

Bencana asap yang terjadi saat ini terjadi di Riau dan Kalimantan Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan saat ini ada 187 titik api di Sumatra.
Biasanya bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan terjadi Mei-Juni. Namun, tahun ini kebakaran hutan dan lahan sudah terjadi sejak Januari.

Dalam rapat koordinasi antisipasi kebakaran hutan dan lahan yang diadakan BNPB disimpulkan, hampir 99% kebakaran lahan dan hutan disengaja atau dibakar individu dan kelompok. Musim kemaran tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan 2013. El Nino lemah dan diperkirakan menambah kering musim kemarau, sehingga dapat memicu meningkatnya bencana asap.

Rapat koordinasi BNPB itu bersama Kemenko Kesra, Kementrian Kehutanan, Kementrian Pertanian, Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Dalam Negeri, TNI, POLRI, BPBD Jambi, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Kepala BNPB Syamsul Maarif menegaskan agar semua pihak menjalankan Inpres No 16/2011 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Kita jangan kecolongan lagi dengan bencana asap sehingga asap menyelimuti negara tetangga. Pengalaman penanganan 2013 hendaknya dijadikan dasar sehingga bencana asap dapat ditangani sejak dini,” imbaunya.

Untuk mencegah kebakaran makin luas, beberapa upaya akan dilakukan antara lain penegakan hukum sebagai upaya preventif. Dalam menangani masalah hukum, melibatkan pemerintah daerah, POLRI, pejabat penyidik PNS dengan bergerak aktif melakukan pencegahan.

“Satganas dan satfas di daerah harus segera dibentuk,” pintas Syamsul. Kemudian operasi pencegahan kebakaran dilakukan lewat udara dan darat. Adapun operasi di darat melibatkan TNI, POLRI, Manggala Agni, Satpol PP BPBD dan lainnya. Kemudian di udara dengan pengeboman air dan teknologi modifikasi cuaca.

Sumber Media Indonesia, 12 Februari 2014.
Dapatkan informasi akurat mengenai usaha rental mobil Jambi dari kami.

This entry was posted in News and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *