Polisi Selidiki Kelangkaan Solar di Sumatra Barat

Kelangkaan solar selama sepekan terakhir di Sumatra Barat meresahkan masyarakat dan pelaku usaha. Ratusan angkutan barang terpaksa ngetem berjam-jam di setiap SPBU untuk mendapatkan solar.

Dari pantauan Riau Pos Grup, kelangkaan solar merata terjadi di seluruh kabupaten/ kota. Polda Sumbar berjanji menindak tegas para spekulan yang memanfaatkan situasi akhir tahun ini, untuk “memainkan” atau menyelundupkan solar.

“Siapa pun itu pelaku penyelundupan atau penyelewengan solar, Polri akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku, karena sudah merupakan bentuk pelanggaran hukum,” tegas Kapolda Sumbar Brigjen Pol Nur Ali kepada Riau Pos Grup, Minggu (29/12) lalu.

Jenderal Bintang satu ini mengatakan, sampai sekarang isu kelangkaan solar sudah menjadi perhatian Polda Sumbar. “Kita turunkan personel ke lapangan untuk melakukan pemantauan,” tegas Kapolda.

Dari hasil identifikasi sementara di lapangan, kata Nur Ali, belum ada indikasi penyelundupan solar. Namun begitu, Polda tetap mengusut jika ditemukan penimbunan atau penyelewangan solar ke industri tertentu.

Nur mengakui kelangkaan solar sudah mengkhawatirkan masyarakat karena bila dibiarkan bisa memicu kenaikan harga sembako. Pasalnya, angkutan yang banyak menggunakan solar adalah angkutan barang, termasuk sembako.

“Pertamina harus menjelaskan ke masyarakat agar tidak terjadi gejolak. Pertamina juga melakukan penataan kembali pendistribusian solar agar peredaran solar normal,” ujarnya.

Kapolresta Padang AKBP Wisnu Andayana yang dihubungi terpisah mengaku sudah menerima intruksi Kapolda untuk mengusut adanya dugaan penimbunan dan penyelewengan BBM, yang berakibat pada terjadinya kelangkaan solar di SPBU di Kota Padang.

Wisnu berjanji mengambil tindakan tegas siapapun yang terbukti menimbun atau menyelewengkan solar ke industri tertenu, termasuk oknum aparat sekalipun. “Kalau adanya indikasi penimbunan, kita tindak pelakunya, siapa pun orangnya,” tegas Wisnu.

Wisnu sendiri heran solar langka saat ini. Sebab, dari hasil kordinasi dengan Pertamina di Bungus Teluk Kabung, Pertamin menyatakan stok solar dan premium aman. Selain itu, kata Wisnu, dari koordinasi dengan Pertamina, diterapkan kebijakan kernet tidak boleh masuk membawa tanki, kecuali diizinkan.

Salah seorang pengusaha peternakan sapi, Mardi (33), mengaku kesulitan menjemput sapi-sapinya ke Pesisir Selatan sejak solar langka seminggu terakhir. “Harus antre berjam-jam,” keluhnya.

Pantauan Riau Pos Grup di beberapa SPBU di Dharmasraya, Sijunjung, Solo dan Padang sejak Jumat lalu, anteran panjang truk mengular memperoleh solar. Antrean bahkan sempat membuat kemacetan arus lalu lintas, seperti di SPBU Sawahan, Bypass dan sejumlah SPBU lainnya.

Jamin Stok.
Sebelumnya, Marketing Branch Manager Pertamina Sumbar Riau, Adryan Adhitia ketika dihubungi, Jumat (27/12) malam menjamin stok solar di Sumbar aman hingga 8 hari ke depan. Ia memaparkan keperlua solar Sumbar per hari mencapai 1.800 KL. Sedangkan stok solar hingga kemarin tersedia 15.200 KL. Kemudian tanggal 29 Desember akan datang kapal pembawa BBM jenis solar sebanyak 27.000 KL.

Menurutnya, kekosongan solar di beberapa SPBU terjadi karena truk membeli solar lebih banyak dibanding biasanya. Akibatnya, SPBU yang biasanya menghabiskan 1 tangki solar sampai 3 hari, saat ini bisa habis dalam 1-2 hari.

“Untuk Solok sudah kami isi lagi. Kami memang mengendalikan suplai minyal. Ini untuk mengantisipasi pemborosan BBM subsidi. Namun, kami jamin stol aman hingga 8 hari ke depan. Selain itu, di setiap kota dan kabupaten kami pastikan ada SPBU yang memiliki solar. Dan tanggal 29 akan masuk kapal membawa stok untuk 2 minggu berikutnya,” ujarnya via ponsel.

Sumber Media Cetak : Riau Pos, 1 Januari 2014, Halaman 9

This entry was posted in News, Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *