Tangerang: Buruh Blokade Bandara dan Jalan Tol

Buruh sekota dan kabupaten Tangeran tanggal 3 Desember 2013, memblokade objek-objek vital di Tangerang, seperti akses menuju Bandara Soekarno Hatta dan Jalan Tol Tangerang Merak. Itu terlihat di Jl Suryadarma, Kota Tangerang, Banten. Ribuan buruh yang hendak masuk ke bandara di hadang petugas Polres Kota Tangerang. Akibatnya, mereka memblokade jalan dengan cara memarkirkan sepeda motor di tengah jalan.

Dihadapan petugas buruh berorasi. “Kami bertindak seperti ini karena kami sudah capek dibohongi Pemda Kota Tangerang yang berjanji merevisi UMK yang telah mereka rekomendasikan ke Pemprov Banten,” kata Sunarno, koordinator aksi.
Padahal, lanjutnya, buruh sudah cukup melunak. Dari tuntutan UMK awal Rp 3,7 juta menjadi Rp 3,1 juta dan terakhir turun Rp 2.605.000. Namun, Pemda Kota Tangerang tetap merekomendasikan ke Pemprov Banten Rp 2.444.302

“Dengan kenaikan ini tidak akan membuat buruh menjadi kaya. Buruh hanya ingin bisa makan dan menyekolahkan anaknya,” kata Sunarno.

Setelah melakukan orasi sekitar satu jam, buruh mengalihkan aksinya di Kantor Pemko Tangerang. Akan tetapi, aksi tersebut sempat membuat repot polisi yang mengatur lalu lintas. Berbagai kendaraan yang hendak ke arah Bandara dialihkan ke Jalan Angkasa Pura II.

Para pengguna jalan, terutama yang akan menggunakan jasa penerbangan, merasa was-was. “Kami takut terlambat,” kata Limbong yang hendak pergi ke Medan. Alangkah baiknya, tambah dia, demo dilakukan di tempatnya saja, seperti di disnaker atau pemda supaya tidak mengganggu masyarakat luas.

Sementara itu, aksi yang dilakukan oleh buruh sekabupaten Tangerang, yakni dengan memblokade Jl Raya Serang, di lampu merah Bojong, Cikupa, pintu tol Bitung, dan pintu tol Balaraja Barat.

Mereka menuntut hal yang sama, yaitu revisi UMK yang telah direkomendasikan oleh Pemkab Tangerang ke Pemprov Banten dari Rp 2.442.000 menjadi Rp 2.602.000
Para buruh menuntut dipertemukan Plh Wali Kota Tangerah Rakhmansyah dan Bupati Tangerang Zaki Ismet Iskandar.

Sumber Media Indonesia, 4 Desember 2013

This entry was posted in News and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *