Jokowi Pilih Konsentrasi Menata Kota Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tetap menjadi bintang panggung saat hadir dalam acara Mata Najwa Metro TV on Campus yang dihelas di Kampus Universitas Sebelas Maret, Kentingan, Surakarta.
Ia hadir bersama empat tamu lainnya, yaitu Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, mantan Wakil Presiden sekaligu Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad.

Ruangan Auditorium yang berkapasitas 3.000 kursi penuh sesak. Hujan yang mengguyur Kota Surakarta (Solo) sejak pagi tidak menyurutkan orang untuk hadir dalam acara bincang-bincang tersebut. Halaman kampus pun dipenuhi ribuan orang yang ingin mendengarkan para tokoh tersebut berbicara dalam acara yang bertajuk Menebar Inspirasi yang dipandu Najwa Shihab.

Saat Najwa menyinggung kesiapan Jokowi mencalonkan diri sebagai presiden dalam Pemilu 2014, mantan Walikota Surakarta tersebut tetap teguh menjawab akan berkonsentrasi menata Kota Jakarta. “Begini ya, konsentrasi saya saat ini adalah bagaimana mengurusi banjir Jakarta, juga target anggaran untuk kepentingan masyarakat,” tukar Jokowi setiap kali dicecar pertanyaan tentang peluang dia menjadi calon presiden.

Adapun Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina, saat ditanya keinginannya untuk menjadi capres 2014, menginginkan proses pemilihan calon pemimpin melalui mekanisme konvensi.

“Itu cara terbaik untuk menilai dan memilih pemimpin. Sayangnya, konvensi hanya dilakukan di Partai Demokrat,” ujar Anies disambut tawa hadirin.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPK Abraham Samad mengingatkan agar para pejabat negara untuk tidak berpikir pragmatis selama memimpin, karena bisa mengarah ke tindakan korupsi. Pasalnya, saat ini, banyak pejabat terjerat korupsi lantaran cara berpikir yang rakus.

Apa yang dikatakan Abraham Samad diterjemahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, seperti slogan kepada rakyatnya saat berkampanye untuk memberikan jaminan tidak akan melakukan korupsi. “Saya usung slogan mboten ngapusi mboten korupsi (tidak menipu tidak korupsi),” tegasnya.

Sumber Media Indonesia, 15 Desember 2013

This entry was posted in News and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *