Astra Daihatsu Tantang Masyarakat Berkendara Eco Driving

Disaat pemerintah sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan program pembatasan penggunaan bbm untuk kendaraan bermotor, kendaraan roda empat kerap jadi sorotan karena tingginya bahan bakar yang dikonsumsinya.
Namun demikian kehadiran inovasi Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) / Low Car Green Car (LCGC) yang dihadirkan pabrikan otomotif nasional seperti Astra Daihatsu Motor dengan produk LCGC-nya yaitu Daihatsu Ayla mampu menepis sorotan tersebut.

Sesuai dengan regulasi yang disyaratkan Pemerintah, bahwa kendaraan LCGC mengonsumsi bahan bakar 20 km per liter, maka berdasar pengujian dan tes laboratorium Daihatsu Ayla hanya mengkonsumsi bahan bakar 20 km perliter. Meski telah memenuhi syarat melalui hasil tes yang signifikan, namun demikian konsumsi bahan bakar (bbm) tak hanya ditentukan oleh faktor tersebut semata.

Faktor lain yaitu cara atau metode berkendara juga menentukan hemat atau tidaknya konsumsi bahan bakar. Metode mengendarai mobil dapat menentukan seberapa optimum konsumsi bahan bakar kendaraan yang digunakan pengendaranya meski kendaraan tersebut telah terekomendasi sebagai kendaran hemat bahan bakar oleh pabrikan.

Edukasi Mengemudi
Menyadari pentingnya metode berkendara tersebut, Astra Daihatsu mencoba menjembataninya dengan program edukasi yang dikemas dalam bentuk uji kendaran dan kompetisi bagi para pengguna dan pemilik Daihatsu Ayla untuk melakukan metode Eco Driving.

Dengan Eco Driving, diharapkan dapat mengubah paradigma berkendara pengguna Daihatsu agar menjadi leih efisien dan hemat agar mencapai konsumsi bahan bakar yang optimal yaitu dengan metode mengendarai mobil ramah lingkungan. Melalui program ini PT Astra Daihatsu Motor menyelenggarakan program kompetisi test drive berhadiah melalui metode Eco Driving dengan harapan agar masyarakat Indonesia dapat membuktikan hematnya konsumsi bahan bakar (bbm) Astra Daihatsu Ayla.

Mengusung tagline “How Eco Ur Driving Syle ?”, kompetisi ini mengajak seluruh calon konsumen dan pemilik Ayla untuk mengikuti program ini yang akan dimulai pada bulan November 2013 hingga Februari 2014 di semua outlet Daihatsu. Kompetisi akan diawali ditingkat outlet, setiap bulannya akan dipilih satu pemenang terbaik Eco Driving untuk masing-masing transmisi Ayla (manual/ automatic) dimana para pemenang berhak mendapat hadiah voucher belanjar sebesar Rp 500 ribu. Penentuan pemenang dinilai dari kemamuan berkendara dengan konsumsi bahan bakar terendah dan pencatatan waktu terbaik dan tercepat.

Setelah didapatkan pemenang dari seluruh outlet Daihatsu di seluruh Indonesia, maka para pemenang tersebut pada periode Desember 2013 – Januari 2014 berhak untuk mengikuti kompetisi tingkat area.
Kompetisi tingkat area ini akan diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Batam, Balikpapan dan Makassar. Tiga pemenang terbaik dari tingkat area ini akan mendapat hadiah TV LED 32 inchi dan memiliki kesempatan untuk mengikuti tingkat nasional yang akan berlangsung di Jakarta.

Untuk tingkat nasional, akan diadu sebanyak 24 finalis untuk bersaing memperebutkan tiga juara terbaik. Akan ada enam pemenang yang terdiri atas tiga pemenang kategori automatic dan tiga pemenang kategori manual. Untuk juara pertama berhak mendapatkan hadiah utama satu unit Astra Daihatsu Ayla, untuk juara kedua memperoleh satu unit sepeda motor dan juara ketiga akan berhak membawa pulang gadget eksklusif.

Fitur Eco Indicator
Melalui program Ayla Eco Driving, Daihatsu mengharapkan selain konsumen mengetahui tentang cara berkendara yang hemat bbm dengan metode eco driving, juga mengenali fitur pendukung eco driving yang tersemat pada Ayla yaitu Eco Indicator. Eco Indicator pada Ayla terletak pada tachometer dan berfungsi membantu pengemudi mengatur cara dan gaya berkendaranya.

Untuk mengetahui apakah telah mengemudi dalam kondisi eco driving yang hemat bbm, maka lampu Eco Indicator dapat menjadi pertunjuknya. Lampu indikator akan menyala untuk menunjukkan bahwa pengemudi telah mengemudi sesuai kondisi eco driving dan lampu indikator mati menunjukkan bahwa pengemudi tidak mengemudi sesuai kondisi eco driving. Membantu pengemudi agar dapat mengemudi sesuai kondisi eco driving, Daihatsu merekomendasikan beberapa langkah sebagai tips untuk melakukannya.

Langkah pertama yaitu dengan menginjak pedal gas secara perlahan tanpa ada efek akselerasi tiba-tiba dan diusahakan mencapai kecepatan 0-20 km/ jam dalam lima detik.

Langkah kedua adalah dengan menjaga kecepatan konstan yaitu safety drive dengan tidak sering mengubah kecepatan berkendara saat dikemudikan. Berikutnya yaitu dengan melepas gas lebih awal atau dengan memanfaatkan engine brake saat mengurangi kecepatan kendaraan.

Kemudian langkah terakhir yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan fitur elektronik, utamanya saat menggunakan AC (Air Conditioner) disesuaikan pengaturannya dengan kondisi cuaca.

Dihadirkannya program kompetisi test drive berhadiah metode Eco Driving oleh Daihatsu, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam program pembatasan penggunaan BBM untk kendaraan bermotor saat ini.

Karena dengan terbiasa mengemudi dengan metode eco drivinng maka diharapkan pula masyarakat secara tak langsung sadar akan pentingnya cara berkendara yang ramah lingkungan sehingga hemat bbm.

Sumber Media Cetak : Suara Merdeka, 19 November 2013.

This entry was posted in Otomotif and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *