Rencana Terminal di Pasar Iwapi Padang Belum Tuntas

Rencana Pemerintah Kota Padang membangun terminal angkutan kota di Pasar Iwapi Pasar Raya Padang, sampai sekarang belum terwujud. Padahal Pemko Padang sudah menganggarkan dana ganti rugi sebesar Rp 9 miliar.

Tersendatnya persoalan ganti rugi ini karena sejumlah pedagang di Blok A, B, C dan D mengaku dana ganti rugi itu terlalu kecil. Mereka minta dana ganti rugi sebesar Rp 38 miliar, alokasi anggaran yang sudah disetujui tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Padang, Raju Minrova mengatakan tersendatnya pembayaran ganti rugi karena ada segelintir orang yang tidak mau menerima ganti rugi yang menurut pedagang tidak sebanding.

“Persoalan Iwapi ini cukup ruwet, memang benar anggarannya sudah disetujui sebanyak Rp 9 Miliar, tetapi menurut pedagang itu tidak cukup. Mereka meminta Rp 38 Miliar. Yang menolakpun hanya segelintir pedagang saja,”urai Raju Minrova.

Ketua Kesatuan Pedagang Pasar, Asril Manan mengatakan bahwa pembebasan lahan Iwapi tidak akan tercapai jika Pemko Padang hanya cari untung saja.

“Kalau Pemerintah Kota Padang hanya cari untung saja maka Pemko tidak akan mendapatkan lahan tersebut. Sebagai pelindung rakyat harus paham itu, jangan merubah terminal di SPR lalu meminta lahan Iwapi,” ujar Asril Manan.

Akibat belum tuntasnya soal dana ganti rugi itu, membuat rencana Pemko Padang membangun terminal angkot di pusat kota masih belum terealisasi. Padahal hampir 9 tahun ini Kota Padang tidak memiliki terminal angkot. Terminal angkot yang ada di pasar goan hoat sudah berganti dengan pusat pertokoan SPR.

sumber:zamrudtv.com

This entry was posted in Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *