Pergerakan Pesawat Bandara Juanda Semakin Padat

Penerbangan melalui Bandara Internasional Juanda dari tahun ke tahun semakin padat oleh penambahan masuknya sejumlah maskapai penerbangan dan rute baru. Terakhir, Sky Aviation kembali membuka rute penerbangan Surabaya – Denpasar – Kupang – Maumere.
Hal itu membuat bandara dengan kapasitas 6,5 juta penumpang per tahun tersebut padat oleh pergerakan pesawat. Berdasarkan data yang dikeluarkan PT Angkasa Pura I, pergerakan (take off dan landing) mencapai sekitar 380 pesawat per hari. Jumlah itu dinilai terlalu banyak. Terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore. Kondisi itu mendorong banyak pihak meminta Bandara Juanda beropersai 24 jam.

“Permintaan itu sebetulnya diajukan sejak lama. Bahkan, tahun ini hal tersebut tiga kali diusulkan. Tetapi, tidak segampang itu menjalankannya,” kata Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah III M. Alwi tanggal 8/11.

Hingga semester kedua tahun ini, Alwi mengatakan bahwa penambahan rute dari dan menuju Juanda dilakukan lima maskapai. Yakni, Singapore Airlines, Nam Air, Citilink, TigerAir Mandala dan Sky Aviation. Dibelakang maskapai-maskapai tersebut, masih ada antrean rencananya membuka penerbangan baru pada Desember nanti.

Alwi menuturkan bahwa ada beberapa aspek yang menyulitkan penerapan pengoperasian 24 jam. Pertama, masalah konektivitas dengan bandara lain dan jadwal dari airline. Selain itu, pengoperasian bandara 24 jam butuh biaya besar.
Alwi mencontohkan pesawat berangkat dari Juanda dengan tujuan Sutan Hasanuddin (Makassar), padahal bandara tujuan tidak beroperasi 24 jam. “Ini yang membuang biaya besar. Belum lagi bila airline ternyata juga tidak beroperasi 24 jam. Ini yan perlu dicermati,” lanjut pria kelahiran Bangkalan itu.

Otoritas Bandara Wilayah III juga menyayangkan adanya pembangunan flat dan apartemen di sekitar kota Surabaya. “Berdasarkan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), ada batasan ketinggian dan jarak untuk gedung-gedung tinggi. Tetapi, tampaknya, banyak dilakukan pembangunan flat dan apartemen di sekitar Juanda,” keluhnya.

Pemerintah Pusat dan daerah belum memutuskan kebutuhan Juanda, apakah membangun double runway, terminal tiga atau perluasan bandara. Kini dilakukan perluasan bandara, Alwi menegaskan bahwa dalam enam tahun ke depan terminal baru padat.

Sumber Media Cetak : Radar Surabaya, 8 November 2013.

This entry was posted in Transportasi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *