Pengemudi Yang Menerobos Jalur Trans Jakarta Masih Marak

Jakarta – Ancaman Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk menerapkan denda maksimal Rp 1 juta bagi penerobos jalur Trans Jakarta rupanya belum mempan memberikan rasa takut kepada pengemudi kendaraan pribadi.
Kemarin, 30 Oktober 2013, masih banyak terlihat pengendara nakal yang nekat menerobos dan mengaku belum mengetahui rencana penerapan sanksi denda maksimal.

Para pengendara nakal itu terjaring dalam operasi sosialisasi secara serentak yang digelar di 11 koridor Trans Jakarta dengan melibatkan personel dari Polda Metro Jaya serta polres setempat. Kasubdit Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKB Hindarso mengatakan proses sosialisasi tersebut akan berlangsung satu bulan mendatang sembari menunggu jawaban dari pihak Kejaksaaan Tinggi DKI dan Pengadilan Tinggi Jakarta atas usulan kebijakan baru itu.

Selama sosialisasi berlansung, lanjut dia, pengendara yang kedapatan melaju di jalur khusus tersebut tetap diberi tilang. Namun, nominal sanksi denda masih mengacu pada aturan lama, yakni Rp 50 ribu untuk sepeda motor dan Rp 100 ribu untuk kendaraan roda empat atau lebih.

Pada operasi yang dilakukan di Jl DI Panjaitan, Jakarta Timur atau di Jalur Koridor X jurusan Tanjung Priok – Cililitan, petugas berhasil menjaring 35 pengemudi kendaraan roda empat.
“Seluruh pengemudi ini kami tilang sambil kami jelaskan soal rencana sanksi denda baru. Meski begitu, tetap tidak ada alasan tidak tau karena kan sudah ada rambu larangan.”

Hindarso mengatakan kebijakan denda maksimal Rp 500 ribu bagi sepeda motor dan Rp 1 Juta untuk kendaraan roda empat atau lebih, sejatinya sudah dijelaskan dalam Pasal 287 ayat 1 dan 2 UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Namun, sejauh ini hakim hanya memberikan dendan Rp 100 ribu bagi kendaraan roda empat atau lebih dan Rp 50 ribu terhadap pengendara roda dua. Sayangnya, meski diberi sanksi efek jera tidak timbul dan pelanggaran tetap terjadi.

“Kita tahu kalau harga SIM lebih murah ketimbang denda tilang. Karena itu, untuk mengantisipasi alasan hilang, data pengendara itu juga akan kami blokir hingga proses sidang selesai katanya.

Sumber Media Cetak : Media INdonesia, 31 Oktober 2013.

This entry was posted in Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *