Rupiah Mulai Menguat ke Kisaran Rp10.800

Kurs rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat mulai menguat. Sejumlah bank, pada Jumat(25/10) sudah mulai membeli dollar AS di kisaran Rp10.800.

Penguatan rupiah juga tecermin pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) yang menguat 1,12 persen ke Rp 11.142 per dollar AS. Di pasar spot, rupiah menguat 1,21 persen ke Rp 11.015 per dollar AS bahkan sempat di level Rp 10.800 per dollar AS.

Kalau dihitung dari level tertinggi rupiah di Rp 11.649 per dollar AS pada 5 September 2013, rupiah sudah menguat 5,44 persen. Tapi sejak awal tahun, rupiah masih tercatat melemah 12,48 persen.

Albertus Christian, analis Monex Investindo mengatakan, pelemahan rupiah selama ini dipicu spekulasi pengurangan stimulus di AS sehingga terjadi capital outflow. Faktor dari dalam negeri seperti meningkatnya inflasi, jurang defisit neraca perdagangan yang melebar, pengurangan subsidi bahan bakar juga menekan rupiah.

Kini, beberapa kekhawatiran itu sudah hilang. Sebut saja inflasi mulai terkendali dan posisi neraca perdagangan mulai surplus. Alhasil, rupiah pun bangkit.

Faktor lain yang akan sangat mempengaruhi arah rupiah adalah pengurangan (tapering off) stimulus moneter Amerika Serikat. Memang, saat ini Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) menunda pengurangan stimulus itu hingga Maret 2014.

Tapi, penundaan itu tal lebih seperti bom waktu. Jika AS mengurangi stimulus, rupiah akan kembali terkapar.

Sumber:ZamrudTV.com

This entry was posted in Bisnis & Ekonomi and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *