Kenaikan Harga Otomotif, Agen Tunggal Beda Persepsi

Kalangan agen tunggal pemegang merek rupanya memiliki pemahaman berbeda-beda dalam mengambil keputusan menaikkan harga jual produknya menyusul pelemahan nilai tukar terhadap dolar dan rencana pemerintah menaikkan pajak.
Direktur Honda Surabaya Center Rudy Surjanto mengungkapkan kenaikan harga jual mobil merek Honda tidak dapat dihindari.

Ini akibat pelemahan rupiah yang telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap harga dasar kendaraan, terutama pada segmen mobil dengan harga diatas Rp 200 juta per unit. “Kami perkirakan kenaikan harga terjadi dalam bulan ini,” ujarnya.

Meski demikian, diler utama mobil Honda yang mengendalikan pasar Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara itu masih mengupayakan agar besaran kenaikan tidak akan melebih 5 persen. Rudi mengakui, keputusan untuk menaikkan harga merupakan hal yang dilematis karena langkah tersebut dikhawatirkan berdampak pada penurunan penjualan.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, dia menyarankan kepada konsumen yang memang telah merencanakan pembelian mobil untuk segera merealisasikan sebelum terjadi kenaikan harga. “Saat ini stok unit yang tersedia masih menggunakan perhitungan kurs lama.”

Sementara itu, PT Astra Internasional Daihatsu Isuzu Jawa Barat masih belum dapat menentukan kenaikan harga produknya. Regional Head Astra Internasional Isuzu Jabar Yohanes mengatakan perusahaan tidak akan langsung bereaksi terhadap kondisi perekonomian saat ini dengan menaikkan harga produk Isuzu.
“Sambil menunggu perkembangan perusahaan tidak hanya akan melakukan langkah eksternal melainkan juga langkah internal seperti penguatan teamwork dan mempertajam hubungan dengan konsumen,” katanya.

Dia menilai pelemahan rupiah tidak selalu berdampak negatif terhadap bisnis karena tidak tergantung pada satu kondisi makro saja. Selain itu, kenaikan harga produk tidak akan menjadi persoalan besar sebab perusahaan dapat saja mengakalinya dengan memperpanjang tenor proses kredit atau dengan cara uang muka yang diringankan.
“Produk Isuzu merupakan produk komersial yang produk tersebut biasanya digunakan untuk mencari keuntungan dari bisnis lainnya.”

Di segmen mobil mewah rumor kenaikan harga juga berembus kencang akibat rencana pemerintah menambah persentase pajak penjualan barang mewah (PPnBM).
Namun, General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja menerangkan hingga saat ini Lexus dan beberapa produsen lain belum mengetahui rencana pemerintah tersebut. “Jadi, kami masih menunggu dan bekum ada kenaikan harga.”

Deputy Director Corporate Communications PT Mercedes-Benz Indonesia Elvera Makiki menegaskan Mercedes-Benz hingga saat ini belum mendapatkan informasi resmi secara tertulis terhadap kebijakan PPnBM. “Kami belum bisa berasumsi mengenai langkah yang diambil.”
Namun, pengusaha otomotif khawatir harga suku cadang akan bergerak naik mengikuti pergerakan rupiah, mengingat sebagian komponen otomotif masih diimpor. Demikian halnya suku cadang yang diproduksi di Indonesia yang sangat sangat sensitif terhadap fluktuasi rupiah.

Sumber Media Cetak : Bisnis Indonesia, 5 September 2013.

This entry was posted in Bisnis & Ekonomi, Otomotif and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *