Buruh Outsourching PLN Sumbar Mogok

Seratusan buruh outsourching PLN Sumatra Barat, sejak Jumat lalu (25/10) melakukan aksi mogok kerja. Rencananya aksi itu akan dilangsungkan hingga 13 November nanti.

Aksi mereka lakukan karena merasa telah dizalimi, upah jauh di bawah UMR, dan tidak kunjung diangkat sebagai pagawai tetap di PLN.

Buruh yang mogok itu adalah mereka yang bekerja di billman (billing manajemen), pengendalian piutang pelanggan, mencatat meter dan data induk langganan (DIL).

Ketua Serikat Pekerja Listrik Padang, Pariaman, Painan, Mentawai, Kerinci (SPLP3 Mekar), Muslim mengatakan, status mereka belum juga diangkat menjadi karyawan tetap PLN Wilayah Sumatra Barat Area Padang. Padahal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan rekomendasi Panja Komisi IX DPR, mereka seharusnya sudah diangkat sebagai karyawan tetap.

Kemudian gaji pada bulan Agustus dan September 2013 diduga tidak sesuai dengan UMP. Karena yang mereka terima hanya Rp600 ribu hingga Rp800 ribu saja.

Untuk diketahui, sebagian besar dari buruh, telah bekerja sejak sebelum 2005 sebagai pencatat meteran listrik di bawah naungan koperasi karyawan PLN Cabang Padang. Lalu, 2005-2007 bekerja sebagai pekerja/outsourching di PT. Fitrah Pratama. Kemudian 2007-2009, dipindahkan sebagai outsourching di PT. Data Energi Infomedia, dan 2009-2011 bekerja sebagai outsourching di PT. Mitra Insan Utama, terakhir dipindahkan lagi 2012 hingga sekarang bekerja sebagai outsourching di PT. Amanda Kemal Trijaya.

sumber: zamrudtv.com

This entry was posted in News and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *