Nyaman Berpergian Dengan Balita

bepergian dengan balitaPunya anak balita tetapi tetap tak ingin meninggalkan hobi travelling? Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para orang tua supaya rencana berpergian dengan si buah hati tak berubah jadi bencana. Dr. Johnny nurman, SpA, dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, Jakarta Selatan, mengatakan prinsip utama dalam berpergian dengan balita adalah sebisa mungkin menciptakan suasana rumah dalam perjalanan maupun di tempat baru.

“Tentunya semua anggota keluarga harus enjoy dengan perjalanan tersebut, dan memperhitungkan segalanya, mulai dari usia anak yang diajak berpergian sampai kondisi lingkungan tempat yang dituju,” katanya beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan sebenarnya begitu berusia 3 bulan anak sudah bisa diajak berpergian, hanya saja jangan sampai lama, cukup dua-tiga hari saja. Setelah agak besar, atau berusia satu tahun, barulah dapat diajak lebih lama, sekitar satu atau dua minggu.

Ketika bepergian dengan balita, ada beberapa barang yang tidak boleh luput dibawa oleh para orangtua. Beberapa barang tersebut antara lain obat-obatan seperti pereda sakit, thermometer, obat batuk pilek, obat diare dan muntah, obat alergi sampai cairan oralit.

“Jangan lupa juga membawa sunblock untuk dioleskan kemuka, tangan, dan area kulit balita yang terekspos sinar matahari saat berpergian ke pantai. Kalau ke tempat dingin, pakaikan baju hangat,” terang Johnny.
Jika si orang tua memutuskan ke tempat yang lebih ekstrim-misalnya musim dingin-dari keseharian anak, maka sebaiknya si balita disuntik vaksin flu sebulan sebelumnya. Tempat tujuan ini macam negara-negara di kawasan Eropa.

Waktu Tidur
Satu lagi yang harus diperhatikan orangtua, tambah Johnny, mereka sebaiknya menyesuaikan jam tidur anak dengan perbedaan waktu di negara tujuan. Sebab, di banyak negara Eropa dan Amerika mengalami siang hari yang lebih panjang saat musim panas.
Dengan demikian, salah satu strategi yang bisa diterapkan orangtua supaya anak tidak rewel nantinya adalah dengan melatih jam tidurnya sesuai dengan kondisi negara tujuan, dua tiga hari sebelum keberangkatan.

Sementara itu, Johnny menyarankan supaya orangtua lebih memilih menempelkan mosquito patch diabandingkan dengan mengoleskan losion antiserangga ketika berpergian.
“Losion antiserangga bersentuhan langsung dengan kulit anak, takutnya bisa terjadi iritasi. Lebih baik tempelkan saja mosquito patch tigas ampai empat lembar,” terangnya.
Salah seorang peserta seminar sempat bercerita pada Johnny bahwa ketika berpergian, si anak mengalami masalah buang air besar. Saking parahnya, anak tersebut bahkan harus masuk rumah sakit setempat.
Johnny menuturkan, masalah susah buang air besar saat berpergian adalah hal yang juga sering dialami anak-anak, terutama jika mereka dehidrasi. Triknya, tentu saja memastikan suapaya siapapun yang berpergian ketika itu tidak kekurangan cairan dengan meminum lebih banyak air.

Sumber : Bisnis Indonesia 7 Juli 2013, Artikel ini sengaja kami publikasikan sebagai wawasan tambahan bagi orang tua yang ingin bepergian dengan anak-anaknya. Dan tentunya kami sebagai usaha jasa sewa mobil Pekanbaru ingin perjalanan anda selalu nyaman.

This entry was posted in Travelling and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *